SA 200-299 Prinsip Umum dan Tanggung Jawab
SA 265 Pengomunikasian Defisiensi dalam Pengendalian Internal kepada Pihak yang Bertanggung Jawab Atas Tata Kelola dan Manajemen
Mengatur kewajiban auditor mengomunikasikan defisiensi pengendalian internal yang teridentifikasi selama audit kepada pihak tata kelola dan manajemen.
Tim UpdateSAK · Catatan belajar edisi 2025 · Diperbarui 30 Oktober 2026 · Padanan: ISA 265 Communicating Deficiencies in Internal Control to Those Charged with Governance and Management
Poin Kunci
- Auditor menentukan apakah dari pekerjaan audit telah teridentifikasi satu atau lebih defisiensi pengendalian internal.
- Auditor menilai apakah defisiensi tersebut, sendiri atau gabungan, merupakan defisiensi signifikan.
- Defisiensi signifikan wajib dikomunikasikan tertulis kepada pihak tata kelola secara tepat waktu.
- Defisiensi signifikan juga dikomunikasikan kepada manajemen pada tingkat yang tepat, kecuali tidak pantas dalam kondisi tertentu, misalnya melibatkan integritas manajemen.
- Defisiensi lain yang tidak signifikan tetapi cukup penting juga dikomunikasikan kepada manajemen.
- Komunikasi tertulis memuat uraian defisiensi, dampak potensialnya, dan penjelasan bahwa audit tidak dimaksudkan untuk menyatakan pendapat atas efektivitas pengendalian internal.
- Defisiensi yang sudah pernah dikomunikasikan dan belum diperbaiki dapat dikomunikasikan ulang atau dirujuk ke komunikasi sebelumnya.
Praktik di Kertas Kerja
- Kumpulkan semua temuan pengendalian dari walkthrough dan test of controls ke dalam satu daftar (control deficiency log) dengan referensi silang ke kertas kerja.
- Dokumentasikan penilaian tiap defisiensi: signifikan atau tidak, beserta alasan dan faktor yang dipertimbangkan.
- Terbitkan management letter tertulis sebelum atau sekitar tanggal laporan, dan arsipkan tanggapan manajemen.
- Tindak lanjuti status defisiensi tahun lalu dan catat apakah sudah diperbaiki.
- Pertimbangkan dampak defisiensi terhadap penilaian risiko dan rencana pengujian substantif.
Temuan Reviu Mutu yang Sering Muncul
- Defisiensi yang ditemukan di kertas kerja tidak dievaluasi apakah signifikan.
- Defisiensi signifikan hanya disampaikan lisan, padahal wajib tertulis.
- Management letter terbit jauh setelah laporan auditor sehingga tidak tepat waktu.
- Dampak defisiensi pengendalian tidak dikaitkan dengan respons risiko audit.
Catatan ini adalah ringkasan untuk belajar, bukan pengganti teks standar. Untuk pekerjaan perikatan, rujuk dokumen resmi IAPI di iapi.or.id.
Tanya Jawab
Apa itu defisiensi signifikan?
Defisiensi atau gabungan defisiensi pengendalian internal yang menurut pertimbangan profesional auditor cukup penting untuk mendapat perhatian pihak tata kelola.
Apakah management letter sama dengan opini atas pengendalian internal?
Tidak. Komunikasi berdasarkan SA 265 tidak memberikan opini atas efektivitas pengendalian internal, karena audit laporan keuangan tidak dirancang untuk itu.
Bagaimana jika defisiensi melibatkan manajemen sendiri?
Auditor dapat tidak menyampaikannya langsung ke manajemen yang terlibat, dan cukup menyampaikannya kepada pihak tata kelola. Auditor juga perlu mempertimbangkan implikasi kecurangan berdasarkan SA 240.