SA 200-299 Prinsip Umum dan Tanggung Jawab
SA 240 Tanggung Jawab Auditor Terkait dengan Kecurangan dalam Suatu Audit Atas Laporan Keuangan
Mengatur tanggung jawab auditor dalam mengidentifikasi, menilai, dan merespons risiko kesalahan penyajian material akibat kecurangan, baik pelaporan keuangan curang maupun penyalahgunaan aset.
Tim UpdateSAK · Catatan belajar edisi 2025 · Diperbarui 30 Oktober 2026 · Padanan: ISA 240 The Auditor's Responsibilities Relating to Fraud in an Audit of Financial Statements
Poin Kunci
- Auditor menjaga skeptisisme profesional sepanjang audit dan menyadari kemungkinan kecurangan meski pengalaman masa lalu dengan manajemen baik.
- Tim perikatan mendiskusikan bagaimana dan di mana laporan keuangan rentan terhadap kecurangan (brainstorming).
- Auditor meminta keterangan dari manajemen, pihak tata kelola, dan pihak lain seperti fungsi audit internal mengenai risiko dan kejadian kecurangan.
- Auditor mengevaluasi faktor risiko kecurangan, yaitu tekanan, kesempatan, dan rasionalisasi.
- Pengakuan pendapatan dianggap mengandung risiko kecurangan, kecuali auditor menyimpulkan sebaliknya dan mendokumentasikan alasannya.
- Risiko pengabaian pengendalian oleh manajemen selalu ada, sehingga auditor wajib menguji jurnal, mereview estimasi akuntansi atas bias, dan mengevaluasi transaksi signifikan yang tidak biasa.
- Auditor memasukkan unsur ketidakterdugaan (unpredictability) dalam pemilihan sifat, saat, dan luas prosedur.
- Jika menemukan atau menduga kecurangan, auditor mengomunikasikannya tepat waktu ke tingkat manajemen yang sesuai dan pihak tata kelola, serta mempertimbangkan kewajiban pelaporan ke pihak berwenang.
Praktik di Kertas Kerja
- Simpan notulen fraud brainstorming lengkap dengan daftar peserta, termasuk rekan perikatan, tanggal, dan risiko yang diidentifikasi.
- Untuk journal entry testing, dokumentasikan kriteria pemilihan jurnal berisiko (misalnya jurnal akhir periode, akun jarang dipakai, angka bulat, input oleh pengguna tidak biasa) dan rekonsiliasi kelengkapan populasi.
- Lakukan dan dokumentasikan review retrospektif atas estimasi tahun lalu untuk mendeteksi bias manajemen.
- Kaitkan setiap risiko kecurangan yang dinilai dengan prosedur respons spesifik di program audit.
- Catat hasil wawancara anti fraud dengan manajemen, komite audit, dan audit internal pada formulir terpisah yang mudah ditelusuri.
Temuan Reviu Mutu yang Sering Muncul
- Pengujian jurnal tidak memadai, misalnya populasi tidak diuji kelengkapannya atau kriteria pemilihan tidak dikaitkan dengan risiko.
- Presumsi risiko kecurangan atas pengakuan pendapatan dibantah tanpa alasan yang kuat.
- Diskusi kecurangan dalam tim hanya formalitas dan tidak tercermin di respons audit.
- Review bias manajemen pada estimasi akuntansi tidak dilakukan atau tidak terdokumentasi.
Catatan ini adalah ringkasan untuk belajar, bukan pengganti teks standar. Untuk pekerjaan perikatan, rujuk dokumen resmi IAPI di iapi.or.id.
PSAK Terkait
Tanya Jawab
Apakah auditor bertanggung jawab menemukan semua kecurangan?
Tidak. Auditor mencari keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas salah saji material, termasuk karena kecurangan. Kecurangan yang melibatkan kolusi atau pemalsuan canggih bisa saja tidak terdeteksi meski audit sudah sesuai SA.
Kenapa journal entry testing selalu wajib?
Karena risiko pengabaian pengendalian oleh manajemen ada di setiap entitas dan tidak bisa dibantah. Pengujian jurnal adalah salah satu respons wajib atas risiko ini, terlepas dari hasil penilaian risiko lain.
Apa itu segitiga kecurangan?
Tiga kondisi yang biasa muncul saat kecurangan terjadi: tekanan atau insentif, kesempatan, dan rasionalisasi atau sikap. Auditor memakai kerangka ini untuk menilai faktor risiko kecurangan.