Reviu, Asurans, dan Jasa Terkait
Kerangka Asurans Kerangka untuk Perikatan Asurans
Kerangka konseptual yang menjelaskan apa itu perikatan asurans, unsur-unsurnya, dan perbedaan asurans memadai dengan asurans terbatas. Kerangka ini bukan standar yang memuat ketentuan wajib, tetapi menjadi fondasi pemahaman untuk SA, SPR, dan SPA.
Tim UpdateSAK · Catatan belajar edisi 2025 · Diperbarui 30 Oktober 2026 · Padanan: International Framework for Assurance Engagements
Poin Kunci
- Perikatan asurans melibatkan tiga pihak: praktisi, pihak yang bertanggung jawab atas hal pokok, dan pengguna yang dituju.
- Unsur perikatan asurans meliputi hal pokok (underlying subject matter), kriteria yang sesuai, bukti yang cukup dan tepat, serta laporan asurans tertulis.
- Kriteria dianggap sesuai bila relevan, lengkap, andal, netral, dan dapat dipahami; tanpa kriteria yang sesuai, kesimpulan asurans tidak bermakna.
- Asurans memadai menurunkan risiko perikatan ke tingkat rendah yang dapat diterima dan biasanya dinyatakan dalam bentuk opini positif.
- Asurans terbatas memberi tingkat keyakinan yang lebih rendah, prosedurnya lebih sempit, dan kesimpulannya dirumuskan dalam bentuk negatif.
- Kerangka membedakan perikatan atestasi (pihak lain mengukur hal pokok) dengan perikatan langsung (praktisi sendiri yang mengukur atau mengevaluasi).
- Perikatan yang tidak memenuhi definisi asurans, seperti prosedur yang disepakati dan kompilasi, berada di luar kerangka ini dan diatur dalam SJT.
- Praktisi harus mematuhi etika profesi dan standar manajemen mutu sebagai prasyarat setiap perikatan asurans.
Praktik di Kertas Kerja
- Gunakan kerangka ini sebagai alat cek awal ketika klien meminta jasa yang namanya belum jelas: siapa pengguna laporannya, apa hal pokoknya, dan kriteria apa yang dipakai.
- Bila klien tidak bisa menunjukkan kriteria yang sesuai (misalnya hanya ingin praktisi menyatakan bisnisnya sehat), tawarkan perikatan prosedur yang disepakati, bukan asurans.
- Jelaskan kepada klien bahwa tingkat keyakinan memengaruhi biaya dan waktu: asurans memadai lebih mahal dan lama dibanding asurans terbatas.
- Saat menyusun proposal, sebutkan secara eksplisit standar yang dipakai (SA, SPR, SPA, atau SJT) agar ekspektasi pengguna laporan tidak keliru.
- Untuk calon CPA, pahami kerangka ini lebih dulu sebelum mempelajari SPA 3000 karena istilah dan logikanya dipakai berulang di soal ujian.
Temuan Reviu Mutu yang Sering Muncul
- Menyebut semua jasa KAP sebagai audit, padahal yang dikerjakan adalah reviu atau prosedur yang disepakati.
- Menerima perikatan asurans tanpa memastikan kriteria yang sesuai tersedia bagi pengguna.
- Tidak membedakan rumusan kesimpulan asurans memadai (positif) dan asurans terbatas (negatif) dalam laporan.
- Mengabaikan identifikasi pengguna yang dituju sehingga distribusi laporan tidak terkendali.
Catatan ini adalah ringkasan untuk belajar, bukan pengganti teks standar. Untuk pekerjaan perikatan, rujuk dokumen resmi IAPI di iapi.or.id.
Tanya Jawab
Apakah Kerangka untuk Perikatan Asurans bersifat wajib?
Kerangka ini tidak memuat ketentuan wajib dan tidak bisa dijadikan dasar laporan. Fungsinya sebagai landasan konsep; ketentuan wajibnya ada di SA, SPR, dan SPA.
Apakah prosedur yang disepakati termasuk perikatan asurans?
Tidak. Prosedur yang disepakati dan kompilasi adalah jasa terkait yang tidak memberikan keyakinan, sehingga berada di luar cakupan kerangka asurans.
Apa beda perikatan atestasi dan perikatan langsung?
Pada perikatan atestasi, pihak lain (biasanya manajemen) mengukur hal pokok lalu praktisi memberi kesimpulan atas hasilnya. Pada perikatan langsung, praktisi sendiri yang mengukur atau mengevaluasi hal pokok terhadap kriteria.