Chat Ananta, CPA

SA 500-599 Bukti Audit

SA 501 Bukti Audit: Pertimbangan Spesifik Atas Unsur Pilihan

Mengatur pertimbangan spesifik auditor dalam memperoleh bukti atas eksistensi dan kondisi persediaan, kelengkapan litigasi dan klaim, serta penyajian dan pengungkapan informasi segmen.

Tim UpdateSAK · Catatan belajar edisi 2025 · Diperbarui 30 Oktober 2026 · Padanan: ISA 501 Audit Evidence - Specific Considerations for Selected Items

Tujuan Auditor: Auditor memperoleh bukti yang cukup dan tepat atas eksistensi dan kondisi persediaan, kelengkapan litigasi dan klaim, serta penyajian dan pengungkapan informasi segmen sesuai kerangka pelaporan.

Poin Kunci

  • Jika persediaan material, auditor hadir dalam penghitungan fisik (kecuali tidak praktis) untuk mengevaluasi instruksi manajemen, mengamati pelaksanaan, menginspeksi persediaan, dan melakukan test count.
  • Auditor melaksanakan prosedur atas catatan persediaan final untuk memastikan hasil hitung tercermin dengan akurat.
  • Jika penghitungan fisik dilakukan bukan pada tanggal laporan keuangan, auditor melakukan prosedur untuk memastikan perubahan persediaan di antara kedua tanggal dicatat dengan tepat.
  • Jika kehadiran tidak praktis, auditor melakukan prosedur alternatif; jika tidak mungkin, opini dimodifikasi.
  • Untuk persediaan yang dikuasai pihak ketiga, auditor melakukan konfirmasi dan/atau inspeksi atau prosedur lain yang tepat.
  • Auditor merancang prosedur untuk mengidentifikasi litigasi dan klaim, termasuk tanya jawab dengan manajemen dan penasihat hukum internal, reviu notulen, dan reviu biaya hukum.
  • Jika ada risiko salah saji material terkait litigasi, auditor berkomunikasi langsung dengan penasihat hukum eksternal entitas melalui surat permintaan yang dikirim auditor.
  • Untuk informasi segmen, auditor memahami metode yang dipakai manajemen dan menguji penerapannya.

Praktik di Kertas Kerja

  • Sebelum stock opname, reviu instruksi hitung klien, siapkan memo observasi, dan tentukan lokasi yang dihadiri berdasarkan risiko.
  • Lakukan test count dua arah: dari kartu hitung ke fisik (eksistensi) dan dari fisik ke kartu hitung (kelengkapan); catat barang rusak, usang, atau slow moving.
  • Catat informasi cut-off (nomor dokumen penerimaan dan pengiriman terakhir) saat opname untuk diuji kemudian.
  • Kirim surat permintaan ke konsultan hukum (legal letter) menjelang tanggal laporan auditor dan cocokkan jawabannya dengan provisi atau pengungkapan kontinjensi.
  • Reviu akun beban jasa hukum untuk mengidentifikasi konsultan hukum yang belum dikonfirmasi.
  • Untuk segmen, cocokkan pengungkapan dengan laporan internal yang dipakai pengambil keputusan operasional.

Temuan Reviu Mutu yang Sering Muncul

  • Test count terlalu sedikit atau hanya satu arah, serta hasil tidak ditelusuri ke catatan final.
  • Tidak ada prosedur roll-forward atau roll-back ketika opname dilakukan sebelum atau sesudah tanggal neraca.
  • Surat konsultan hukum tidak dikirim atau tidak ditindaklanjuti bila tidak dijawab.
  • Kondisi persediaan (usang, rusak) yang diamati saat opname tidak dikaitkan dengan pengujian penurunan nilai.

Catatan ini adalah ringkasan untuk belajar, bukan pengganti teks standar. Untuk pekerjaan perikatan, rujuk dokumen resmi IAPI di iapi.or.id.

PSAK Terkait

Tanya Jawab

Apakah auditor wajib hadir saat stock opname?

Ya bila persediaan material, kecuali tidak praktis. Bila tidak praktis, auditor harus melakukan prosedur alternatif yang memberikan bukti cukup dan tepat.

Bagaimana jika auditor baru ditunjuk setelah tanggal neraca?

Auditor dapat melakukan penghitungan pada tanggal kemudian lalu melakukan roll-back ke tanggal neraca dengan menguji transaksi di antaranya.

Apakah surat ke konsultan hukum selalu wajib?

Wajib bila auditor menilai ada risiko salah saji material terkait litigasi atau klaim, atau ada indikasi perkara lain yang belum terungkap.

Standar Lain di Kelompok Ini

Chat Ananta, CPA