SA 500-599 Bukti Audit
SA 500 Bukti Audit
Menjelaskan apa yang dimaksud bukti audit dan mengatur tanggung jawab auditor untuk merancang serta melaksanakan prosedur guna memperoleh bukti yang cukup dan tepat.
Tim UpdateSAK · Catatan belajar edisi 2025 · Diperbarui 30 Oktober 2026 · Padanan: ISA 500 Audit Evidence
Poin Kunci
- Auditor merancang prosedur yang tepat sesuai keadaan untuk memperoleh bukti yang cukup (kuantitas) dan tepat (relevansi dan keandalan).
- Auditor mempertimbangkan relevansi dan keandalan informasi yang akan digunakan sebagai bukti.
- Jika menggunakan informasi yang dihasilkan entitas, auditor mengevaluasi apakah informasi itu cukup akurat dan lengkap serta cukup tepat dan rinci untuk tujuan audit.
- Jika menggunakan pekerjaan pakar manajemen, auditor mengevaluasi kompetensi, kapabilitas, objektivitas pakar, memahami pekerjaannya, dan menilai kecukupan pekerjaan sebagai bukti.
- Auditor menentukan cara memilih unsur untuk pengujian: seleksi semua unsur, seleksi unsur tertentu, atau sampling audit.
- Jika bukti dari satu sumber tidak konsisten dengan sumber lain, atau ada keraguan atas keandalannya, auditor menentukan modifikasi atau tambahan prosedur yang diperlukan.
Praktik di Kertas Kerja
- Untuk setiap laporan sistem (IPE) yang dipakai, misalnya aging piutang, uji kelengkapan dan akurasinya: rekonsiliasi ke buku besar, uji sampel data ke dokumen sumber, atau andalkan ITGC yang telah diuji.
- Dokumentasikan hierarki keandalan bukti: bukti eksternal langsung ke auditor lebih andal daripada bukti internal; dokumen asli lebih andal daripada fotokopi atau scan.
- Catat identifikasi unsur yang diuji (nomor dokumen, tanggal, nilai) agar pengujian dapat direplikasi reviewer.
- Untuk pakar manajemen (penilai KJPP, aktuaria), simpan evaluasi kompetensi, objektivitas, dan pengujian asumsi serta data sumber.
- Waspadai dokumen yang tampak diubah; tindak lanjuti dengan konfirmasi atau sumber independen.
Temuan Reviu Mutu yang Sering Muncul
- Laporan yang dihasilkan sistem klien dipakai tanpa pengujian kelengkapan dan akurasi.
- Kertas kerja tidak mengidentifikasi unsur yang diuji sehingga pengujian tidak dapat direplikasi.
- Pekerjaan pakar manajemen diterima begitu saja tanpa evaluasi asumsi dan data.
- Ketidakkonsistenan bukti tidak ditindaklanjuti.
Catatan ini adalah ringkasan untuk belajar, bukan pengganti teks standar. Untuk pekerjaan perikatan, rujuk dokumen resmi IAPI di iapi.or.id.
Tanya Jawab
Apa beda bukti cukup dan bukti tepat?
Cukup mengacu pada kuantitas bukti; tepat mengacu pada kualitas, yaitu relevansi dan keandalannya. Bukti berkualitas tinggi dapat mengurangi kebutuhan kuantitas, tetapi kuantitas tidak dapat mengompensasi kualitas yang buruk.
Apakah tanya jawab ke manajemen cukup sebagai bukti?
Tidak. Tanya jawab saja umumnya tidak cukup untuk asersi material; perlu dikombinasikan dengan prosedur lain.
Apa itu IPE?
Information produced by the entity, yaitu informasi yang dihasilkan entitas dan dipakai auditor sebagai bukti. Akurasi dan kelengkapannya harus dievaluasi.