Ekosistem FA:FA Indonesia Kredit, Investor, IPOCari Akuntan KAP, KJA, PajakUpdate SAK Standar Akuntansi
Chat Ananta, CPA

Kerangka SAK

SAK untuk Usaha Kecil: Pilih SAK EMKM atau SAK EP?

Panduan memilih SAK EMKM atau SAK EP untuk usaha kecil dan menengah: kriteria, isi laporan, kebutuhan bank, dan tanda kapan harus naik kelas.

Tim UpdateSAK · Diperbarui 27 Oktober 2026

Banyak pemilik usaha baru sadar perlu memilih standar akuntansi ketika bank meminta laporan keuangan atau ketika calon investor bertanya, "laporan ini disusun pakai standar apa?" Di Indonesia, usaha kecil dan menengah biasanya berada di antara dua pilihan: SAK EMKM dan SAK EP. Artikel ini membantu Anda memilih dengan cara yang praktis, tanpa istilah yang berbelit.

Dua Pilihan Untuk Usaha Kecil

SAK EMKM (SAK Indonesia untuk Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah) adalah standar paling sederhana. Disahkan DSAK IAI pada 2016 dan dipakai sejak laporan keuangan 2018. Cocok untuk usaha yang transaksinya masih dasar: kas, piutang, persediaan, aset tetap, dan utang.

SAK EP (SAK Indonesia untuk Entitas Privat) berlaku sejak 1 Januari 2025 menggantikan SAK ETAP. SAK EP diadaptasi dari IFRS for SMEs, sehingga lebih lengkap dan lebih mudah dibandingkan oleh bank serta investor. Ringkasan perubahannya ada di halaman Update SAK EP.

Perbandingan Singkat

AspekSAK EMKMSAK EP
Pengguna utamaUsaha mikro, kecil, dan menengah tanpa akuntabilitas publikPerusahaan privat tanpa akuntabilitas publik, termasuk bekas pengguna SAK ETAP
Laporan minimumPosisi keuangan, laba rugi, CALKPosisi keuangan, laba rugi, perubahan ekuitas, arus kas, CALK
Dasar pengukuranUmumnya biaya historisBiaya historis dengan beberapa pos nilai wajar
Pajak tangguhanTidak diaturDiakui
Imbalan kerjaTidak diatur rinciLiabilitas imbalan pascakerja dihitung
Kesan di mata bankCukup untuk kredit kecilLebih kuat untuk plafon besar dan investor

Siapa Yang Boleh Memakai SAK EMKM

SAK EMKM ditujukan bagi entitas yang memenuhi definisi usaha mikro, kecil, dan menengah. Kriterianya mengacu PP 7 Tahun 2021, dengan ukuran modal usaha di luar tanah dan bangunan atau hasil penjualan tahunan. Usaha menengah, misalnya, memiliki hasil penjualan di atas Rp15 miliar sampai Rp50 miliar. Rinciannya dibahas di artikel SAK EMKM dan Kriteria UMKM.

Satu catatan penting: entitas yang dulu memakai SAK ETAP tidak diberi jalan turun ke SAK EMKM. Arahnya naik kelas ke SAK EP. Jadi kalau laporan perusahaan Anda sebelumnya berbasis SAK ETAP, pilihan realistisnya adalah SAK EP atau SAK Indonesia penuh.

Lima Pertanyaan Untuk Memutuskan

  1. Siapa pembaca laporan? Kalau hanya pemilik dan kantor pajak, SAK EMKM sering sudah cukup. Kalau ada bank, investor, atau mitra besar, condong ke SAK EP.
  2. Berapa plafon kredit yang dicari? Analis kredit bank menengah ke atas biasanya meminta laporan arus kas dan laporan perubahan ekuitas, yang tidak wajib di SAK EMKM.
  3. Apakah ada karyawan tetap dalam jumlah banyak? Kewajiban pesangon dan imbalan pascakerja lebih tertangkap di SAK EP.
  4. Apakah ada transaksi valuta asing, entitas anak, atau properti investasi? Kalau ada, SAK EMKM terlalu sempit.
  5. Bagaimana rencana tiga tahun ke depan? Usaha yang menargetkan investor atau IPO lebih hemat bila langsung pindah lebih awal.

Contoh Kasus Dummy

Toko bangunan dummy dengan omzet Rp9 miliar, lima karyawan, dan kredit modal kerja Rp500 juta: SAK EMKM masih memadai, asalkan CALK menjelaskan kebijakan persediaan dan aset tetap.

Distributor dummy dengan omzet Rp40 miliar, 60 karyawan, impor dalam dolar, dan rencana kredit investasi Rp15 miliar: SAK EP lebih tepat. Bank akan membaca arus kas, utang imbalan kerja, dan selisih kurs.

Langkah Praktis Setelah Memilih

  • Tulis kerangka yang dipakai secara jelas di CALK, misalnya "disusun berdasarkan SAK EP".
  • Pisahkan rekening pribadi dan rekening usaha sebelum awal tahun buku.
  • Coba isi angka perusahaan di Kalkulator SAK dan CALK untuk melihat kerangka yang disarankan dan draf catatan.
  • Pelajari contoh kasus nyata di halaman studi kasus.
  • Pantau perubahan standar di Update SAK EMKM.

Biaya dan Usaha Yang Dibutuhkan

Pertimbangan yang sering dilupakan adalah biaya. Menyusun laporan SAK EMKM bisa dikerjakan staf admin yang rapi dengan bantuan aplikasi pembukuan sederhana. SAK EP biasanya butuh staf akuntansi yang lebih paham standar, perhitungan aktuaria untuk imbalan kerja, dan perhitungan pajak tangguhan. Jika diaudit, biaya audit SAK EP juga cenderung lebih tinggi karena pos yang diperiksa lebih banyak.

Namun biaya itu sering terbayar. Laporan SAK EP membuat analis kredit lebih cepat memahami kondisi usaha, sehingga proses pengajuan tidak bolak-balik. Investor juga lebih percaya karena angka bisa dibandingkan dengan perusahaan sejenis. Jadi pertanyaannya bukan standar mana yang paling murah, melainkan standar mana yang paling sesuai dengan tujuan usaha Anda tiga tahun ke depan.

Kalau Anda butuh akuntan untuk menyusun laporan atau KAP untuk audit, cari di Cari Akuntan. Bila tujuan utama Anda adalah kredit bank atau pendanaan investor, tim FA Indonesia bisa membantu menyiapkan laporan dan materi pengajuan.

Standar Terkait

Tanya Jawab

Apakah usaha kecil wajib memakai SAK EMKM?

Tidak wajib. SAK EMKM adalah pilihan bagi usaha yang memenuhi kriteria UMKM. Usaha kecil boleh memakai SAK EP bila ingin laporan yang lebih lengkap.

Apakah bekas pengguna SAK ETAP boleh pindah ke SAK EMKM?

Tidak. Sejak SAK EP berlaku 1 Januari 2025, IAI mengarahkan pengguna SAK ETAP ke SAK EP, bukan ke SAK EMKM.

Apakah bank menerima laporan SAK EMKM?

Umumnya diterima untuk kredit skala kecil. Untuk plafon besar, bank sering meminta laporan yang lebih lengkap seperti arus kas dan perubahan ekuitas.

Bisakah pindah dari SAK EMKM ke SAK EP di tengah jalan?

Bisa, biasanya mulai awal tahun buku. Perusahaan perlu menyusun saldo awal sesuai SAK EP dan mengungkapkan dampak transisinya di CALK.

Baca Juga

Artikel Lainnya

Kerangka SAKCara Memilih Kerangka SAK: SAK Indonesia, SAK EP, SAK EMKM, atau SAK SyariahBaca SelengkapnyaKerangka SAKSAK EMKM dan Kriteria UMKM PP 7/2021: Siapa Yang Boleh MemakaiBaca SelengkapnyaKerangka SAKAkuntansi Syariah untuk Usaha: Kapan Pakai PSAK 4XxBaca SelengkapnyaKerangka SAKSAK EP Pengganti SAK ETAP: Perbedaan Utama dan Langkah TransisiBaca Selengkapnya
Chat Ananta, CPA