Kerangka SAK
SAK EMKM dan Kriteria UMKM PP 7/2021: Siapa Yang Boleh Memakai
Batas hasil penjualan dan modal usaha untuk usaha mikro, kecil, dan menengah menurut PP 7/2021, serta kapan SAK EMKM cocok dan kapan sebaiknya naik ke SAK EP.
Tim UpdateSAK · Diperbarui 27 Oktober 2026
SAK EMKM disusun untuk usaha mikro, kecil, dan menengah. Kriteria UMKM mengacu Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021, yang memakai modal usaha (tidak termasuk tanah dan bangunan) atau hasil penjualan tahunan.
Kriteria UMKM
| Skala | Modal Usaha | Hasil Penjualan Tahunan |
|---|---|---|
| Mikro | Sampai Rp1 miliar | Sampai Rp2 miliar |
| Kecil | Di atas Rp1 miliar sampai Rp5 miliar | Di atas Rp2 miliar sampai Rp15 miliar |
| Menengah | Di atas Rp5 miliar sampai Rp10 miliar | Di atas Rp15 miliar sampai Rp50 miliar |
Kapan Cukup SAK EMKM
- Laporan keuangan dipakai untuk pajak dan pemilik sendiri.
- Belum mengajukan kredit bank skala menengah.
- Transaksi sederhana: kas, piutang, persediaan, aset tetap.
Kapan Sebaiknya Naik ke SAK EP
- Mengajukan kredit bank dengan plafon besar atau mencari investor.
- Punya entitas anak atau transaksi valuta asing yang signifikan.
- Hasil penjualan mendekati Rp50 miliar.
Tanya Jawab
Apakah usaha menengah boleh memakai SAK EMKM?
Boleh selama memenuhi kriteria UMKM. Namun bila laporan keuangan dipakai untuk kredit bank atau investor, SAK EP lebih kuat.
Apa dasar hukum kriteria UMKM terbaru?
Kriteria UMKM diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 sebagai pelaksanaan UU Cipta Kerja.