Kerangka SAK
Cara Memilih Kerangka SAK: SAK Indonesia, SAK EP, SAK EMKM, atau SAK Syariah
Pohon keputusan memilih kerangka standar akuntansi untuk perusahaan Indonesia berdasarkan akuntabilitas publik, skala usaha, dan transaksi syariah.
Tim UpdateSAK · Diperbarui 27 Oktober 2026
Indonesia memakai empat pilar standar akuntansi keuangan. Kesalahan memilih kerangka berakibat laporan keuangan harus disusun ulang saat kredit bank, due diligence investor, atau IPO.
Tiga Pertanyaan Penentu
- Apakah perusahaan memiliki akuntabilitas publik? Perusahaan Tbk, yang sedang IPO, bank, asuransi, dan lembaga yang menghimpun dana masyarakat memakai SAK Indonesia.
- Apakah perusahaan masuk kriteria UMKM? Bila ya dan kebutuhan pelaporan sederhana, SAK EMKM cukup.
- Selain itu? SAK EP, dengan opsi memilih SAK Indonesia penuh.
Transaksi berbasis akad syariah tunduk pada SAK Syariah (PSAK 4xx) di samping kerangka utamanya.
Tabel Ringkas
| Kerangka | Untuk | Kompleksitas |
|---|---|---|
| SAK Indonesia | Akuntabilitas publik, calon IPO, entitas anak grup | Tinggi |
| SAK EP | Perusahaan privat | Menengah |
| SAK EMKM | Usaha mikro, kecil, menengah | Rendah |
| SAK Syariah | Transaksi akad syariah | Mengikuti akad |
Standar Terkait
PSAK 201Penyajian Laporan KeuanganPSAK 118Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan KeuanganPSAK 401Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan Syariah
Tanya Jawab
Bolehkah memakai SAK Indonesia walau belum IPO?
Boleh, dan justru disarankan bila IPO direncanakan dalam 2 sampai 3 tahun agar angka historis tidak perlu disajikan ulang.
Apakah SAK Syariah kerangka tersendiri?
SAK Syariah mengatur transaksi syariah dan dipakai bersama kerangka utama perusahaan.