Chat Ananta, CPA

SA 700-799 Kesimpulan dan Pelaporan

SA 705 Modifikasi terhadap Opini dalam Laporan Auditor Independen

Mengatur kapan auditor harus memodifikasi opini dan jenis modifikasi yang tepat (wajar dengan pengecualian, tidak wajar, atau tidak menyatakan pendapat), serta format laporannya.

Tim UpdateSAK · Catatan belajar edisi 2025 · Diperbarui 30 Oktober 2026 · Padanan: ISA 705 (Revised), Modifications to the Opinion in the Independent Auditor's Report

Tujuan Auditor: Auditor menyatakan opini modifikasian secara jelas bila menyimpulkan laporan keuangan secara keseluruhan mengandung kesalahan penyajian material, atau bila tidak dapat memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat.

Poin Kunci

  • Dua pemicu modifikasi: (a) laporan keuangan mengandung kesalahan penyajian material, atau (b) auditor tidak dapat memperoleh bukti yang cukup dan tepat (pembatasan lingkup).
  • Jenis opini ditentukan oleh sifat masalah dan pertimbangan apakah dampaknya material saja atau material dan pervasif.
  • Tabel ringkas: Salah saji material tidak pervasif = Wajar Dengan Pengecualian (WDP); Salah saji material dan pervasif = Tidak Wajar.
  • Tabel ringkas: Bukti tidak cukup, dampak mungkin material tidak pervasif = WDP; Bukti tidak cukup, dampak mungkin material dan pervasif = Tidak Menyatakan Pendapat (TMP).
  • Pervasif berarti dampaknya tidak terbatas pada unsur tertentu, atau bila terbatas tetap mewakili porsi besar laporan keuangan, atau menyangkut pengungkapan yang fundamental bagi pemahaman pengguna.
  • Bila pembatasan lingkup dipaksakan manajemen setelah perikatan diterima, auditor meminta pembatasan dicabut, mengomunikasikan ke tata kelola, dan dapat mundur bila dampaknya pervasif dan mundur diizinkan.
  • Bagian Opini diberi judul sesuai jenisnya, diikuti Basis untuk Opini (WDP, Tidak Wajar, atau TMP) yang menjelaskan dan, bila praktis, mengkuantifikasi dampaknya.
  • Pada TMP, bagian Basis untuk Opini menjelaskan alasan, beberapa bagian laporan disesuaikan, dan HAU tidak disajikan.

Praktik di Kertas Kerja

  • Kuantifikasi dampak salah saji terhadap laba, ekuitas, dan pos terkait sebelum memilih jenis opini, lalu dokumentasikan analisis pervasif.
  • Upayakan prosedur alternatif terlebih dulu sebelum menyimpulkan adanya pembatasan lingkup.
  • Konsultasikan rencana opini modifikasian dengan reviu mutu perikatan atau pihak teknis KAP sebelum diterbitkan.
  • Komunikasikan rencana modifikasi dan kata-kata yang akan dipakai kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola.
  • Periksa dampak opini modifikasian periode lalu terhadap angka komparatif tahun berjalan (kaitannya dengan SA 710).

Temuan Reviu Mutu yang Sering Muncul

  • Analisis pervasif tidak terdokumentasi sehingga pemilihan antara WDP dan Tidak Wajar atau TMP sulit dipertanggungjawabkan.
  • Dampak salah saji tidak dikuantifikasi padahal datanya tersedia.
  • Penggunaan WDP berulang tanpa evaluasi apakah masalahnya sudah menjadi pervasif.
  • Pembatasan lingkup diselesaikan dengan representasi manajemen saja tanpa bukti pendukung lain.

Catatan ini adalah ringkasan untuk belajar, bukan pengganti teks standar. Untuk pekerjaan perikatan, rujuk dokumen resmi IAPI di iapi.or.id.

PSAK Terkait

Tanya Jawab

Apa beda opini Tidak Wajar dan Tidak Menyatakan Pendapat?

Tidak Wajar diberikan saat auditor punya cukup bukti bahwa salah sajinya material dan pervasif. TMP diberikan saat auditor tidak memperoleh cukup bukti dan dampak yang mungkin terjadi material dan pervasif.

Bolehkah memberi TMP sekaligus menambahkan HAU?

Tidak. Bila auditor tidak menyatakan pendapat, HAU tidak disajikan dalam laporan auditor.

Apakah opini WDP selalu buruk bagi entitas?

WDP berarti ada masalah material yang terbatas. Pengguna tetap dapat mengandalkan bagian lain laporan keuangan, tetapi pengecualian perlu ditindaklanjuti manajemen.

Standar Lain di Kelompok Ini

Chat Ananta, CPA