Laporan Keuangan
Cara Menyusun Laporan Arus Kas Metode Tidak Langsung (PSAK 207)
Langkah demi langkah menyusun laporan arus kas metode tidak langsung sesuai PSAK 207, dengan contoh angka dummy dan cara cek hasilnya.
Tim UpdateSAK · Diperbarui 27 Oktober 2026
Laporan arus kas menjawab pertanyaan yang paling sering diajukan pemilik usaha: "Labanya ada, kok kasnya tidak ada?" Standar yang mengaturnya adalah PSAK 207 Laporan Arus Kas (dahulu PSAK 2), padanan IAS 7. Artikel ini menjelaskan cara menyusunnya dengan metode tidak langsung, metode yang paling banyak dipakai di Indonesia.
Tiga Kelompok Arus Kas
| Kelompok | Isi Umum |
|---|---|
| Operasi | Penerimaan dari pelanggan, pembayaran ke pemasok, gaji, pajak penghasilan |
| Investasi | Pembelian dan penjualan aset tetap, penempatan investasi jangka panjang |
| Pendanaan | Penerimaan dan pelunasan pinjaman, setoran modal, pembayaran dividen, pembayaran pokok sewa |
Metode tidak langsung hanya berbeda di bagian operasi. Bukan menjumlahkan penerimaan dan pembayaran kas, melainkan berangkat dari laba lalu menyesuaikannya. Bagian investasi dan pendanaan tetap disajikan bruto.
Bahan Yang Perlu Disiapkan
- Laporan posisi keuangan dua tahun (awal dan akhir periode).
- Laporan laba rugi tahun berjalan.
- Mutasi aset tetap: pembelian, penjualan, penyusutan.
- Mutasi utang bank: pencairan dan cicilan pokok.
- Data dividen, setoran modal, dan pajak yang dibayar.
Langkah Menyusun Arus Kas Operasi
- Mulai dari laba sebelum pajak.
- Tambahkan beban nonkas, seperti penyusutan, amortisasi, dan cadangan imbalan kerja.
- Keluarkan pos yang bukan operasi, seperti beban bunga yang akan disajikan di pendanaan, atau laba penjualan aset tetap.
- Sesuaikan perubahan modal kerja. Kenaikan piutang dan persediaan mengurangi kas; kenaikan utang usaha menambah kas. Penurunan berlaku sebaliknya.
- Kurangi pajak penghasilan yang benar-benar dibayar.
Contoh Angka Dummy
| Pos | Rp juta |
|---|---|
| Laba sebelum pajak | 3.000 |
| Penyusutan | 1.500 |
| Beban bunga | 1.200 |
| Kenaikan piutang usaha | (1.000) |
| Kenaikan persediaan | (800) |
| Kenaikan utang usaha | 600 |
| Pajak penghasilan dibayar | (700) |
| Arus kas neto dari aktivitas operasi | 3.800 |
| Pembelian aset tetap | (2.500) |
| Hasil penjualan aset tetap | 200 |
| Arus kas neto dari aktivitas investasi | (2.300) |
| Penerimaan pinjaman bank | 1.000 |
| Pembayaran pokok pinjaman | (1.500) |
| Bunga dibayar | (1.200) |
| Dividen dibayar | (500) |
| Arus kas neto dari aktivitas pendanaan | (2.200) |
| Penurunan kas neto | (700) |
| Kas awal tahun | 3.200 |
| Kas akhir tahun | 2.500 |
Dalam contoh dummy ini, perusahaan memilih menyajikan bunga dibayar di aktivitas pendanaan. Pilihan klasifikasi seperti ini harus diterapkan konsisten dari tahun ke tahun.
Cara Cek Hasilnya
- Kas akhir di laporan arus kas harus sama persis dengan kas dan setara kas di laporan posisi keuangan.
- Setara kas hanya investasi sangat likuid yang jatuh tempo tiga bulan atau kurang sejak tanggal perolehan, misalnya deposito tiga bulan.
- Transaksi nonkas, seperti pembelian aset dengan utang langsung ke pemasok, tidak masuk arus kas tetapi diungkapkan di CALK.
- Siapkan rekonsiliasi liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan, yaitu saldo awal utang bank, arus kas, perubahan nonkas, dan saldo akhir.
Perubahan Mulai 2027
PSAK 118 yang berlaku 1 Januari 2027 ikut mengubah PSAK 207. Untuk pengguna SAK Indonesia, titik awal metode tidak langsung menjadi laba operasi, dan pilihan klasifikasi bunga serta dividen bagi perusahaan non keuangan dipersempit. Detailnya ada di halaman PSAK 118 dan PSAK 207.
Membaca Hasilnya Untuk Keputusan Usaha
Dari contoh dummy, laba sebelum pajak Rp3.000 juta menghasilkan arus kas operasi Rp3.800 juta. Itu kabar baik karena laba benar-benar menjadi kas. Namun kas tetap turun Rp700 juta karena perusahaan membeli aset Rp2.500 juta dan membayar cicilan, bunga, serta dividen. Pemilik bisa menilai apakah pembelian aset sebaiknya dibiayai pinjaman baru agar kas operasional tidak tergerus.
Perhatikan juga perubahan modal kerja. Kenaikan piutang Rp1.000 juta berarti ada penjualan yang belum menjadi uang. Jika pola ini terjadi beberapa tahun berturut-turut, perusahaan bisa terlihat untung tetapi selalu kekurangan kas. Laporan arus kas membantu menemukan masalah itu lebih cepat dibanding laporan laba rugi.
Sebaiknya laporan arus kas disusun setiap bulan atau triwulan, bukan hanya akhir tahun, agar masalah kas cepat terlihat.
Contoh lain bisa dibaca di artikel arus kas metode tidak langsung dan studi kasus. Draf arus kas otomatis tersedia di Kalkulator SAK dan CALK. Bila laporan Anda perlu dirapikan oleh akuntan profesional, cari lewat Cari Akuntan.
Standar Terkait
Tanya Jawab
Apa beda metode langsung dan tidak langsung?
Metode langsung menyajikan penerimaan dan pembayaran kas bruto. Metode tidak langsung berangkat dari laba lalu menyesuaikan pos nonkas dan perubahan modal kerja. Keduanya hanya berbeda di aktivitas operasi.
Apakah penyusutan mengurangi kas?
Tidak. Penyusutan adalah beban nonkas, sehingga ditambahkan kembali ke laba dalam metode tidak langsung.
Di mana bunga dibayar disajikan?
Saat ini PSAK 207 memberi pilihan operasi atau pendanaan bagi perusahaan non keuangan, asalkan konsisten. Mulai 2027, pengguna SAK Indonesia mengikuti ketentuan baru dari PSAK 118.
Apakah UMKM wajib membuat laporan arus kas?
Pengguna SAK EMKM tidak diwajibkan. Pengguna SAK EP dan SAK Indonesia wajib menyajikannya.